Rabu, 12 September 2012

What a Shocking day


Damn !! damn !!! damn !!!
huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... APAAAAA??? Kenapa folder lagu K-pop gue jadi ilang lenyap begini dari file gue. udah cape-cape gue ngedownload, udah bertahun-tahun gue ngumpulin itu lagu eh sekarang Cuma dalam hitungan detik folder lagu-lagu k-pop gue hilang begitu ajah..???!!!
Gak RELA gue bener-bener gak RELAAAAAAAAAA....

*Flashback story
Sore  tadi gue online, rencananya sic mau nge-upload foto-foto hasil jepretan gue kemaren, gue biasa online dikompi kesayangan babeh, karena emang modemnya terpasang disana. tapi baru juga gue buka facebook dan berselancar sebentar ke blog and twitter gue tiba-tiba ajah koneksi internetnya mendadak lemot dan gak berfungsi dengan baik. *shit* padahal dari pagi sampe siang tadi babeh make internet fine-fine ajah gak ada masalah apapun. Kenapa pas gue yang make tiba-tiba jadi ga loading gini. Boro-boro mau nge-upload, ngebales chating orang ajah ga keburu karena tiba-tiba langsung offline, sempet kesel sic bis rese banged hampir setiap kali gue mau online pasti itu modem ada ajah masalahnya, sensi bangged sic tuc modem sama gue. *sigh* entah apa pulsanya udah abis tau kenapa, kaga ngerti dec gue, yang pasti masalah modem itu bisa dibilang mulai bikin gue esmosi.

Tapi yaudinlah dari pada ntar yang ada gue malah ngebanting si kompi Cuma gara-gara si modem rese itu, alhasil gue beralih untuk ngerapihin file gue yang ada di kompi babeh, udah banyak banged itu isi nya mungkin hampir setengah dari memori yang ada itu isi nya penuh dengan file gue semua. Dan gak jauh-jauh file gue itu isinya emang kebanyakan foto-foto dan lagu-lagu (ga Cuma k-pop ajah lho lagu nya ada juga lagu-lagu lain, tapi emang yang mendominasi sic lagu-lagu k-pop :p ).
Pas gue lagi asik-asik ngehapusin file gue, kerena banyak banged foto-foto or lagu-lagu yang duplicated di folder-folder lain, kan lumayan untuk ngenambah memori si kompi. Eh tiba-tiba pas gue mau nge-cut paste lagu korea dari folder lain ke folder khusus “KOREA” yang isinya lagu-lagu k-pop semua itu, mendadak tanpa gue sadari justru yang ada folder “KOREA” gue itu hilang raib begitu ajah, gue baru sadar pas gue liat lagu yang sama yang udah gue cut paste itu masih ada di folder sebelumnya, padahal tadi gue udah yakin banged udah nge-cut itu lagu dan nge-paste in ke folder “KOREA”, tapiiii...............pas gue ngelakuin ulang hal yang sama dan mau gue paste in lagi justru folder “KOREA” gue itu udah hilaaaaaaaang. Huwaaaaaa....super duper paniiik L
Gue ubek-ubek semua isi folder-folder yang ada di file gue, gue buka satu-satu tapi hasil tetap sama, NIHIL alias Ga adaaaaa... damn !! damn !! damn !! T_T
Gggggggggggrrrh..emangnya gue ngelakuin apa sic?? Gue kan ga mencet yang aneh-aneh, gue Cuma nge-cut and paste ajah ko. Ga ada hal lain yang gue lakuin, karena pada dasarnya gue cukup sadar diri ko kalo gue itu bukan master of digital khususnya si kompi, jadi gue selalu ngelakuin hal-hal umum ajah L
Tapi kenapa si “KOREA” gue itu bisa menghilang begitu ajah, begonya gue juga ga punya back up-an nya.. hikz...hikz...hikz...

*Esok paginya
Setelah gue ngerayu ke ade gue semaleman , minta dibalikin lagi itu folder “KOREA”. Finally................Folder KOREA gue balik lagiiiiiiiiiiiii..... aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... rasanya itu bagaikan terbang ke langit ke tujuh bareng bias ter-charmiiiing gue naik ikan paus raksasa...ahahaha *loncat-loncat kegirangan* makasih adeku, lo emang paling the best lah yac tuk gue, ga sia-sia gue punya ade yang jago ngotak-ngatik si kompi.. *peluuuuuuuuuk
Dan lo tau apa yang sebenarnya terjadi??? Kata ade gue, gue itu yang oneng karena udah ngehapus folder itu sendiri, pantesan ajah ilang raib, tp untungnya masih ada di “recycle bin” dan bisa terselamatkan. :D
Whatever apapun yang kesalahan yg telah gue buat itu, yang penting my KOREA comeback again... Alhamdulillah :D
Dan tanpa ba...bi...bu... langsung gue back up itu folder biar bisa aman terkendali.. hahaha J

Selasa, 11 September 2012

Dia menyebutnya "Abang"


Aku yang termasuk mahasiswi pendiam yang tidak begitu aktif dalam kegiatan kampus, cenderung lebih terlihat tidak peduli dengan yang namanya laki-laki. Bahkan mungkin dikampus aku lebih terkesan dengan mahasiswi “introvert”, bukan aku enggan untuk berbaur, tapi mungkin aku lebih memilih asik berada dalam lingkungan ku sendiri, berada di sekeliling teman-teman ku, yang notabennya wanita semua.
Tahun aku berjumpa dengannya, adalah tahun kedua kami kuliah. Jurusan yang sama, angkatan yang sama dan kelas yang sama. Tak terlintas sedikit pun saat itu, bahwa jalan kami akan bertemu dalam lintasan yang panjang.
Sebut saja namanya Arif, aku pun tau namanya ketika sahabatku sering berinteraksi dengannya, karena seringnya kami bertemu secara tidak sengaja pun aku mengenalnya. Aku mulai menilik untuk mencoba mengenalnya, berada dalam satu jurusan bahkan satu kelas dengannya sedikit demi sedikit aku mulai tau. Pembawaannya yang cenderung tenang tapi serius tanpa banyak gaya dan selalu tampil simple, membuatku berpaling. Tapi tidak hanya itu saja, kepandaian ia dalam berbicara saat presentasi didepan kelas, sikap kritis ia dalam kuliah, dan pergaulan dia yang membuat banyak hal yang ia tau, semua itu membuat ku berpaling dan terkesan.
Entah bagaimana tepatnya aku berkawan akrab dengannya, aku tak ingat. Aku dan dia, mulai terlibat dalam obrolan panjang. Sering juga, kami terjaga hingga larut malam, karena terlalu asyik ngobrol di telepon. Obrolan yang tidak terlalu serius, bahkan ngalor-ngidul tanpa ada tema khusus dalam obrolan kami, sesekali bahkan dia sempat melontarkan kata-kata menggoda yang mungkin terdengar aneh keluar dari mulutnya tapi bikin hati sumringah.
Dia pun sesekali datang ke kosan ku untuk mengerjakan tugas bersama, atau hanya sekedar untuk membantuku dalam memahami suatu materi yang belum aku pahami. Karena untuk urusan mata kuliah dia memang bisa diandalkan dan dengan senang hatinya dia membantuku.
Aku merasa akrab dengannya ketika berada diluar kampus, tapi entah kenapa kedekatan kami didalam lingkungan kampus tidak seakrab ketika kami berada diluar kampus, sikap dia yg berbeda seakan ada benteng yang membatasi kami berdua. Tapi semua aku sikapi dengan biasa saja (seperti sikapku semula “CUEK”), walaupun terkadang aku ingin sekali menanyakan perubahan ia itu.
Saat itu aku pun tidak berani untuk mengartikan hubungan kedekatan kami. Satu sisi aku senang bisa dekat baik dengan seorang teman cowok, karena jujur mungkin banyak teman-teman cowokku yg ingin kenal dekat denganku, tapi mereka cenderung segan karena sikap ku ini (padahal gue kan baik hati dan tidak sombong J ) sehingga terkesan aku tidak punya teman dekat laki-laki. Tapi dilain sisi aku pun tidak ingin terlihat GR dengan apa yang dia lakukan terhadapku. Dan sejauh ini kedekatan kami  hanyalah sebatas “Teman dekat”.

****

Sampai pada akhirnya semester pun berganti. Tiba waktunya kami untuk melakukan kerja magang di perusahaan. Dan kami pun terpisah dalam waktu yang cukup lama, karena kami tidak magang disatu perusahaan yang sama, tapi kami tetap berada didalam satu kota yang sama, sehingga jarak kami pun tidak terlalu jauh. Awal kami memulai magang pun bertepatan dengan tanggal ulang tahun ku, dan pada saat itu entah kebetulan atau memang sudah ketetapanNya dia lah orang pertama yang memberikan ucapan selamat padaku lewat sms di tengah malam. Pagi harinya pun ketika perjalanan ku menuju kantor dia sempat menyapaku dengan tulisan yang bisa bikin para wanita GR dan mudah disalah artikan, karena bagiku pun sapaan ia saat itu pun terbaca ‘so sweet’.
Tak terasa sudah dua bulan kami magang, dan sesuai waktu yang ditentukan hari ini adalah hari terakhir aku dan dia untuk menjalani magang. Siang itu aku kembali mendapatkan sms darinya, isi sms dia kali ini bukan lah kata-kata menggoda yang bikin hati terhanyut dengan manisnya kata-kata, isi sms dia siang itu lebih tepat ucapana kata pamit, karena siang itu dia pulang kantor lebih awal karena ingin mudik. Ya pada saat kami magang memang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Mungkin kalimatnya terkesan biasa tapi tidak bagiku, karena untuk pertama kalinya yang biasanya dia selalu menggunakan kata “gue” saat itu dia menggantinya dengan sebutan “abang” dan dia pun memanggilku “neng”. Kata-kata itu bukannya bikin aku tersanjung dan GR, tapi justru membuat ku berfikir apa maksud dia sebenarnya, seakan membuat ku jadi berharap padanya. Seakan kalau selama ini apa yang aku rasakan tidaklah bertepuk sebelah tangan.
Seminggu terasa berlalu begitu lama, duniaku terasa sepi ketika handphone ku pun tak ada pengunjungnya, entah sejak kapan aku jadi mulai menunggu kabar darinya, seperti ada yang hilang ketika aku tak mendapatkan namanya dilayar HP ku. Dan betapa senangnya aku, malam itu pun akhrinya dia mengirimiku sms, terjadi obrolan-obrolan singkat, sekedar tanya kabar dan bercerita tentang suasana ramadhan di kampung halamannya, sampai pada akhirnya isi sms dia pun berubah menjadi obrolan yg sedikit serius, beralih tentang “Kriteria Pasangan” ternyata memang dia lebih menyukai wanita yang pandai masak. Aku yang memang tidak pandai memasak dengan santainya membalas “yaaah, berarti neng ga masuk kriteria dong, tapi neng juga lagi belajar masak ko..hehehe” dan aku lebih terkejut lagi ketika mendapatkan balasan darinya “amiiin...masa abang nunggu neng bisa masak dulu ! he... alhamdulillah si eneng belajar jd istri sholehah ^-^” belum sempat ku membalas sms nya, dia kembali mengirimku sms tapi kali ini smsnya lebih membuatku kaget menganga (lebay), “jadi maunya ditungguin ga nih? Ntar abang takut ngeliat pelabuhan yang lain! Yang terbaik memang buat yang terbaik, tapi kalu dapat yg kurang baik, berarti kita diberi amanah tuk membimbingnya jadi yang terbaik”. Ya Allah dalam sekejap aku speechless entah mau balas apa, kata-katanya begitu tertata rapih, apa saat ini dia sedang “menembak” ku? Tapi kata-katanya tidak seperti laki-laki lain yang sedang “menembak” teman wanitanya untuk jadi pacarnya yg terkesan dengan kata-kata konvensional. Aku bingung harus menulis apa, aku hanya bisa bilang kalau saat itu aku masih belum yakin untuk memutuskan apapun, “kita jalani ajah hubungan kita apa adanya, toh kalau jodoh pasti gak akan salah alamat” (sepertinya memang aku tidak pandai dalam merangkai kata-kata). Sesaat dia pun kembali membalas sms ku “maaf sebelumnya kalau membuat neng bingung! Dan memutuskan suatu hal dengan cepat. Kita jalani dengan sewajarnya.....”

****

Tahun ini adalah semester terakhir bagi kami sebelum disibukkan dengan Skripsi dan berbagai macam penelitian. Setelah kejadian sms itu hubungan kami pun kembali seperti apa adanya masih dengan label “Teman Dekat”, kalau boleh jujur label itu aku sendiri yang memberikannya, karena bagiku mungkin label itu lebih tepat dan cocok untuk menggambarkan kedekatan kami. Dan mungkin kami memang sudah nyaman dengan label itu sampai saat ini. Tapi walaupun begitu ternyata dia tetap mencoba untuk menjaga perasaan aku, sempat sekali waktu di luar kampus terlihat oleh temanku dia sedang berjalan dengan seorang wanita, temanku kira itu aku, karena wanita itu pun terlihat persis sepertiku. Tapi ternyata memang bukan saat itu pun aku sedang ada dirumah dan tidak bersamanya, sampailah dia habis-habisan ditanyain temanku tentang wanita yg jalan bersamanya waktu itu, bukannya cemburu atau apapun tapi memang dasarnya aku cuek kejadian itu terkesan biasa saja, apa salahnya dia jalan bareng wanita lain toh kami belum ada hubungan serius apapun, temanku memang suka membesar-besarkan suasana saja. Pas malam harinya dia pun meng-sms aku dan dia merasa tidak enak sama perasaan ku atas kejadian itu. Satu sisi aku senang karena ternyata dia memang masih menjaga perasaan ku dan kata-kata terakhir dia waktu itu memang serius tanpa mempermainkan hatiku. Tapi disisi lain aku pun merasa jadi tidak enak hati padanya, karena gara-gara kejadian itu dia jadi tidak bisa ikut acara seminar dikampus lain, karena takut terjadi fitnah lagi kalau-kalau ada yg liat dia jalan sama wanita lain lagi dan bikin perasaan ku jadi gak enak. Kali ini aku benar-benar tersanjung dengan apa yang dia ungkapkan ke aku, sampai segitunya dia mencoba untuk menjaga perasaan ku. J
Dan entah mengapa beberapa bulan ini aku jadi berniat ingin belajar masak. Mungkin karena termotivasi olehnya, apa lagi setiap kali kita sms-an dia selalu nanya “udah bisa masak apa nih?”, kaya merasa bersalah ketika ditanya seperti itu tapi aku nya belum bisa masak apa-apa..hehehe
Sempat sekali waktu aku membawakan kue hasil buatanku ke kampus, sebenarnya memang sengaja aku ingin membawanya, biar bisa pamer ke dia kalau aku udah bisa bikin kue. Dan pas pulang kuliah akhirnya dia bisa mencicipi kue buatan ku, senang rasanya. Pertama sic ga ada respon apa-apa dari dia, karena seperti biasa respon dia selalu datar setiap ketemu aku didalam kampus, apalagi kalau udah ada teman segenk aku, pasti dia langsung berubah jadi orang yang dingin. Tapi semua itu berubah ketika malam hari, malam nya aku kembali dapat sms darinya, akhirnya dia bilang makasih dan muji enak kue bikinan ku. (aaaa..rasanya tuc kaya terbang ke langit ke tujuh bersama ikan paus raksasa..hahaha). Arif bener-bener udah bikin lengkap cerita masa-masa kuliah aku. Aku bener-benar menikmati suasana seperti itu untuk beberapa saat.

****

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Masa-masa terakhir kuliah pun akhirnya didepan mata, aku dan dia mulai disibukkan dengan yang namanya Skripsi. Fokus kamipun beralih dalam penyiapan skripsi, ujian kompre, penelitian dan sidang. Seiring waktu intensitas hubungan kami pun perlahan memudar, dia sudah jarang menghubungi aku, walau hanya sekedar menyapa lewat sms, ataupun menelpon menanyakan kabar. Bahkan disaat aku ulang tahun pun dia kembali tidak memberikan aku ucapan selamat. Dan dia pun sudah mulai terlihat jarang berada dikampus, kedatangannya hanya beberapa kali. Bahkan teman satu kosnya pun gak ada yang tau apa yang sedang dilakukannya akhir-akhir itu. Memang terlihat oleh ku nampak dia ingin serius untuk menyelesaikan skripsinya, pergi ke berbagai perusahaan untuk melengkapi data penelitian skripsinya, atau sekedar mengikuti beberapa seminar untuk menambah pengetahuannya. Ya aku memang tidak bisa menghalangi segala aktivitas yg dia lakukan saat itu, karena emang aku tau kalau untuk urusan pendidikan bisa di bilang itu menjadi fokus utama dia dari hal-hal yg lain.
Untuk sesaat merasa kehilangan pasti ada, karena bagiku kedekatan kami sebagai “teman dekat” dua tahun kemarin itu benar-benar terkesan dan punya cerita sendiri untuk hidupku. Tapi untungnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang, diasaat aku merasa ada yang hilang, aku masih memiliki Allah yang selalu dengan setia menemaniku, mendengarkan keluh kesahku, menerima tangisku setiap malam. Tidak hanya itu, aku masih memiliki sahabat-sahabat terbaikku, persahabatan kami memang udah tak diragukan lagi, empat tahun bersama mereka, kemana-mana bareng, jajan bareng, berangkat kuliah bareng, bahkan bolos pun kita bareng saking kompaknya, dan kalau ada ajah satu diantara kita yg gak kuliah pasti orang-orang sekitar kampus pada rame dec nanyain kemana personel yang satu lagi, karena biasanya kita memang selalu berempat kaya roda mobil. Yaa begitulah kekompakan genk kami, sampai satu kampus pun tau kekompakkan kami. Berada di sekitar mereka benar-benar bisa bikin aku lupa sesaat dengan Arif.
Sampai akhirnya saat Wisuda tiba. Dan arif berhasil naik ke panggung, karena ia berhasil mendapatkan predikat cum laude untuk IPK nya. Mungkin sebenarnya aku pun bisa satu panggung bersama nya, tapi ada salah satu nilai aku yang ga masuk kriteria dan bikin aku gak bisa naik satu panggung bareng dia. Tapi aku senang, karena apa yang udah dia kerjakan berhasil baik, dan pastinya bisa bikin bangga keluarganya yang datang saat itu. Dan untuk pertama kalinya saat itu aku bertemu dengan keluarganya, tapi sayang pertemuan ku dengan kelurganya hanya sebatas pertemuan jarak jauh, tak sengaja waktu itu aku sempat melihat dia sedang duduk bareng bersama orang tua dan keluarganya. Walau sebenernya ingin sekali memberi salam langsung ke mereka, tapi keberanianku tidak sampai sejauh itu, dan aku masih cukup tau diri untuk menjaga sikapku.
Momen hari itu bener-bener tak terlupakan, mungkin saat itu adalah kenangan terakhir aku dan dia, karena kami sempat mengambil foto berdua disamping gedung pertemuan, itu pun atas permintaan sahabat-sahabatku karena kapan lagi akan ada kesempatan seperti itu. Dan untuk pertama kalinya bagi kami bisa bersama di depan umum.
Terimakasih Ya Allah karena Engkau telah mengenalkan aku pada nya. Entah apa maksud Engkau mendekatkan kami selama beberapa tahun terakhir ini, tapi yang pasti aku bersyukur karena aku bisa mengenal dekat dia, punya teman baik seperti dia tidak membuat ku menyesal karena mengenalnya, karena dia aku pun jadi punya cerita baru di kehidupan ku, dan sampai saat ini pun hubungan aku dan dia kembali berjalan pada kehidupan masing-masing. Aku mulai melangkah untuk mewujudkan Impian ku yang sempat tertunda, sedangkan dia sudah mulai disibukkan dengan pekerjaan barunya di luar kota.

****

Bogor, 2009 – 2011


Minggu, 09 September 2012

Kamis, 19 Juli 2012

Marhaban Ya Ramadhan (30 Hari Mencari Cinta -Nya)


Tak terasa esok telah menjelang bulan Ramadhan, bulan beribu bulan, bulan suci nan agung. Ya Allah, bagi hamba mu yg menginginkan syurga tak ada lagi bulan yg dirindukan dan dinantikan selain bulan Ramadhan Mu. Tentu, ya Allah, tentu aku pun mengharapkan perjumpaan lagi dengan hadiah indahMu bernama Ramadhan ini! Aku pun merindukan RamadhanMu.
Namun terkadang aku pun bertanya dalam hatiku : “adakah layak aku bertemu tamu agung dariMu ini?”. Begitu banyak janji yg kubuat kepadaMu pada Ramadhan yg lalu, begitu banyak yg ku abaikan dan kulupakan begitu dia berlalu. Karenanya layakkah aku menjumpai RamadhanMu ini?
Aku bersyukur ya Allah, kau beri aku sungai deras berair jernih bernama Ramadhan, tempat aku mandi mencuci dosa-dosaku.
Aku yakin, jauh lebih banyak dosa yang kubuat dalam setahun ini dari pada dosa yg kubasuh dengan shalat wajibku, dengan sholat tahajudku, dengan shalat dhuha ku, dengan puasa dan istighfar ku.
Maka ya Allah, segala puji bagi Mu yg mengantarkan aku sampai kepada sungai ampunan bernama Ramadhan.
Aku bergegas ya Allah, aku bergegas.
Aku berlari ya Allah, aku berlari menuju ampunanMu wahai Allah Maha pemberi Taubat. Izinkanlah aku, tolonglah aku, merebut Ramdhan terbaik kali ini.
Ramadhan yg ku isi dengan keikhlasan menyembahMu.
Ramadhan yg kutandai dengan ibadah terbaik.
Ramadhan yg kuisi dengan muamallah dan silaturrahim terbaik.
Ramadhan yg kujalani hanya karena Engkau.
Ramadhan yg Ikhlas karena Engkau.
Ya Allah jadikanlah Ramadhanku ini sebuah Ramadhan yg penuh ampunan dan keselamatan dari kehancuran. Jadikanlah Ramdhan ini Ramadhan terbaik bagiku.
Perkenankanlah ya Allah... aamiin J

MY RAMADHAN GOALS (30 Hari Mencari Cinta-Nya)

  • Menghatamkan Al-Quran, setidaknya satu kali
  • Mengkaji dan Memahami Tafsir Al-Quran
  • Membina Ruhiyah lewat Dzikir dan Istighfar
  • Memperbaiki Akhlak
  • Meningkatkan Iman dan Taqwa
  • Shalat tepat Waktu
  • Lebih khusyu dan Memahami makna bacaan sholat
  • Memperbanyak sholat Tahajud
  • Perbanyak Istighfar dan Taubat
  • STOP !! Berbohong, Ghibah dan Marah gak jelas !
  • Mengurangi nonton TV
  • Mulai mengikuti Program studi Al-Quran
  • Membaca buku dan majalah islami
  • Mendengarkan CD, Kaset, MP3, atau Radio Islami
  • Perbanyak Sedekah
  • Menambah Sholat Sunnah
  • Silaturahmi

Rabu, 18 Juli 2012

23 Tahun Lalu


23 tahun yang lalu seorang bayi putih nan jelita dilahirkan kedunia ini, kedatangannya disambut dengan penuh suka cita, seorang bayi perempuan yang amat dinanti oleh sebuah keluarga kecil. Aku di lahirkan dengan penuh perjuangan, terlebih pada saat ibu merasa mulas-mulas ayah sedang tidak ada dirumah, ayah sedang sibuk di masjid mengurusi hewan-hewan Kurban. Ya aku ini lahir bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1410H atau 13 Juli 1989M. Pada saat itu hanya ada ibu dan kakak laki-laki ku, tanpa berfikir panjang ibu pun meminta bantuan tetangga untuk memanggilkan ayah agar segera pulang. Teringat jelas dalam ingatan ibu, pada saat itu baju ayah penuh dengan darah kambing dan hewan sembelihan, bahkan noda darah ditangannya pun masih terlihat basah, mungkin karena panik ketika dipanggil ayah pun langsung pulang kerumah tanpa sempat bersih-bersih dulu. Dan pada saat kondisi itu pun ayah membawa ibu dan kakak ku ke Rumah Sakit, tapi entah apa yang terjadi akhirnya ibu pun dibawa pergi kembali, mungkin karena pada saat itu hari Raya besar jadi dokter-dokter di RS pun pada libur. Lalu pada akhirnya ibu dibawa ke bidan terdekat, tapi perjuangan ibu tidak berakhir sampai disitu, kata bidan ada sedikit masalah pada bayinya jadi tidak bisa dilahirkan secara normal, jadi mau tidak mau keinginan ibu untuk melahirkan aku secara normal pun kandas, ibu dan ayah pun mengambil keputusan untuk mengeluarkan ku secara Operasi Sesar. Dengan sedikit aroma-aroma kambing ibu pun masuk kedalam ruang operasi sedangkan ayah dan kakak ku berjaga diluar. Ayah ingin sekali menemani ibu disamping nya tapi kasian kakak ku tidak bisa ditinggal karena saat itu pun kakak baru berumur 3 tahun.

Selang beberapa jam, alhamdulillah rona kekhawatiran yang ayah tampakkan sebelumnya kini telah berubah menjadi rona bahagia, “Subhanallah, betapa cantiknya bayi perempuanku”, pada saat itu ayah pun langsung mengadzani ku.
Karena aku lahir kedunia ini tepat pada hari raya Idul Adha, nenek ku pun ikut andil dalam pemberian namaku karena aku adalah cucu ketiganya yang lahir, nenek memberi ku nama Zulfah karna tepat pada bulan Dzulhijjah.  Kata ayah zulfah itu gabungan dari dua kata Dzulhijjah dan Ulfah, Ulfah dalam bahasa arab artinya Lembut. Dan pada akhirnya terciptalah sebuah nama yang cukup panjang namun sangaaaaat bermakna dan memiliki arti yang indah. SITI ZULFAH ULHAQ NAHARANY artinya Wanita Lemah lembut yang Berkorban demi Kebenaran. Subhanallah begitu indahnya namaku.

Tapi dilahirkan di saat Idul Adha juga punya efek yang dahsyat untuk aku pribadi, entah ini ada tali merahnya atau tidak tapi aku jadi paling gak suka sama yang namanya daging kambing, setiap kali idul adha pasti aku yang merasa paling merana karena satu rumah aromanya berubah jadi kandang kambing udah gitu ibu pun masaknya serba kambing, jadilah beberapa hari selama stok daging kambing masih ada aku berubah jadi “nelor” karena apa lagi yg bisa aku makan selai telor, beruntunglah pada saat itu masih banyak ayam yg bertelur.. :p Entah kenapa aku amat anti pati sama kambing, mungkin karena aromanya yg ga enak terlebih dagingnya juga bikin eneg. Atau ini emang efek gara2 ayah yg bajunya berlumur darah dan aroama kambing pada saat ibu ingin melahirkan aku. Hmmmm...bisa jadi.. :D :p

Dilahirkan kedunia ini aku merasa sangat beruntung, aku beruntung karena memiliki kedua orang tua yang amat sangat menyayangiku, mereka adalah orangtua terhebat yang aku miliki. Memiliki satu orang kaka dan adik laki-laki membuat aku menjadi tambah istimewa dan beruntung karena aku adalah anak perempuan satu-satunya dalam keluargaku, perhatian lebih dari orangtua ku pun aku rasakan. Tapi perhatian itu bukanlah perhatian dalam memanjakan diriku, ibu dan ayah selalu adil dalam memperlakukan anak-anaknya, tidak ada yang merasa di nomor satukan ataupun diasingkan

Sekarang usia ku sudah 23 tahun, bukan lagi dibilang anak-anak, ABG ataupun remaja. 23 itu usia yang sudah cukup dewasa, dewasa dalam bertindak dan juga berpola pikir. Alhamdulillah diusiaku saat ini aku sudah dapat menyelesaikan S1 ku tepat pada waktunya bahkan aku mendapatkan gelar sarjanaku pada saat usiaku 21 tahun. Sudah 2 tahun dari masa prosesi pemindah talian toga, seharusnya aku sudah punya mata pencaharianku sendiri, sudah bukan saatnya lagi untuk aku terus-terusan membebani kedua orangtuaku. Sudah menjadi kewajibanku saat ini untuk bisa sedikit demi sedikit membalas jerit payah mereka untuk ku, walaupun aku tau apa yg sudah mereka lalukan selama ini tidak akan pernah bisa aku balas penuh.

Aku jadi teringat perkataan Bapak ku Pak Syafi’ie Antonio, dalam suatu pengajiaan bulanan dikampus pada saat sesi pertanyaan ada seorang ibu yang mengucapkan selamat milad kepada pak Syafiie. Lalu pada saat itu pa Syafiie pun berkata, Umur kita itu ada dua jenis : 
1. umur Biologis / KTP dan 2. umur Ilmu, Kontribusi, dan Karya.
Alhamdulillah pada saat itu beliau sudah meranjak usia 50 tahun (kalau tidak salah), akan tetapi beliau jauh lebih bersyukur jika umur Ilmu, Kontribusi dan Karya nya itu bisa lebih dari 50 tahun, karena bagi beliau apalah artinya umur yang bertambah tua akan tetapi jika Ilmu, kontribusi dan karya yg kita berikan tidak bertambah dan bertambah.

Saat ini umurku 23 tahun, tapi sudah berapa tahunkah umur Ilmu, kontribusi dan Karyaku???? Aku ingin selalu merasa kalau aku masih berumur 17 tahun tapi amal kebaikan ku telah lebih dari 23, 40, 50, atau bahkan 70 tahun.
Betapa bahagia dan beruntungnya jika aku bisa menjalani hidup ku jauuuuuh lebih bermanfaat, karna kita hidup didunia ini tidak abadi dan tidak ada yang lebih berharga dan kekal dari Ilmu dan amal yang kita miliki.

Karena sejatinya hidup bukanlah bilangan waktu yang berulang, melainkan hidup adalah bilangan amal kebaikan yang terus diulang. Berulangnya waktu bukanlah urusan manusia. Tetapi itu adalah urusan Allah SWT. Orang yang baik tidak peduli dengan berulangnya waktu, namun seharusnya lebih peduli dengan amalnya seiring dengan berulangnya waktu.
Orang seperti ini, berarti telah selesai dengan dirinya jika ditanya soal berapa umurnya hari ini. Karena yang mengusiknya bukan telah berapa tuanya ia saat ini, melainkan sudah berapa amal kebaikan yg ia kerjakan dengan waktu yg semakin tua selama ini.

Sabtu, 28 April 2012

" Hidup itu bagaikan Gelombang, terkadang berada di atas, terkadang berada di bawah dan pasti akan sampai pada ujung akhirnya."

Kehidupan

Aku gak pernah ngira kalau saat ini kehidupan keluarga kami akan seperti ini.
berada dalam situasi yang serba TERBATAS bagaikan ada di ujung tombak, yang perlahan-lahan siap untuk menikam kehidupan kami. tak pernah terbayangkan oleh ku kalau peristiwa seperti hari ini terjadi. dulu semua itu hanya ada dalam cerita-cerita kehidupan orang lain dan tak pernah aku harapkan untuk terjadi di dalam kehidupan NYATA keluarga ku.
Ya walaupun aku tau aku menjalani kehidupan yang terbatas ini bukan baru sehari atau dua hari tapi aku mulai merasakan kehidupan seperti ini semenjak ayah mulai sering sakit-sakitan dan ayah pun memutuskan untuk Pensiun. Pemasukan untuk kehidupan kami hanya diandalkan dari gaji pensiun seorang PNS yang tidak seberapa banyak. belum lagi banyak nya tanggungan yang kami miliki. 
Hari ini, ya tepat hari ini dari pagi hari sejak bangun tidur ibu di pusingkan dengan akan masak apa kita hari ini, persediaan beras yang begitu Limit dan tidak ada nya persediaan lauk-pauk pun membuat ibu  pagi ini uring-uringan. disaat seperti ini aku tau ibu sangat sensitif dan mudah sekali marah. Sehingga aku pun enggan untuk berkomentar apapun. Asal kau tau faktanya saat ini kita memang sedang tidak memegang uang sepeser pun bahkan untuk Seribu rupiah saja ayah mesti merogoh-rogoh kantong siapa tau ada selembar uang yang terselip. Untuk memenuhi kebutuhan seharian ini entah dari mana bisa kita peroleh, aku tidak berani memikirkan untuk meminjam kanan atau kiri. karena aku pun tak ingin menambah pundi-pundi tanggungan di kehidupan kami. Tapi tidak dengan ibu, dengan terpaksa pagi ini ibu menahan malunya untuk pergi belanja ke tukang sayur dengan ngebon, hanya demi semangkok sayur plus tahu tempe, agar kami tidak kelaparan ibu berani mengambil pilihan itu. Awal aku tidak tau kalau ternyata Makanan yang telah tersaji itu adalah hasil utang ibu ke tukang sayur, ketika sedang menikmati makanan tiba-tiba saja ayah berucap "Alhamdulillah kita masih bisa menikmati beras yg lembut dan makanan yang enak, walaupun sebenarnya masakan hari ini adalah hasil ngebon ibu di tukang sayur", Tuhan rasanya nasi yang sudah sampai kerongkongan aku ini enggan untuk turun, tersendat dan terhambat. apa yang telah terjadi hari ini, bagaikan ingin menangis mendengar pernyataan ayah tadi. Tapi tidak, aku tidak boleh menunjukan kesedihan ini di depan mereka, perlahan sesuap demi sesuap aku mencoba untuk menikmati makanan ini. Bagaimana bisa aku meminta makanan yang lebih enak dari ini kalau aku tau kenyataan apa yang terjadi saat ini. bahkan walau hanya makan dengan tahu tempe disaat lapar dan keterbatasan seperti ini pun rasanya tetap saja nikmat.
Kejadian hari ini tidak sampai disitu saja, siang tadi adik ku yang sedang kuliah dan ngekos disalah satu bilangan elite Bogor memberikan kami kabar lewat sms, "Yah uang aku tinggal 5 ribu lagi, itu hanya untuk bekal makan nanti malam. dan kebutuhan ku yang lainnya juga sudah mau abis (sabun, odol, dkk)". sontak ayah tak kuasa menahan air matanya, terlihat jelas di mataku ayah sedang menyeka air mata yg jatuh di pipinya, sambil berat ayah mengucapkan "innalillahi, ya allah gantikan lah kesulitan kami ini dengan kemudahan, gantikan kesempitan kami dengan kelapangan..anakku disana saat ini sedang butuh biaya untuk kehidupannya.." dalam hati rasanya ingin sekali menjerit, betapa bodohnya aku sebagai anak dan seorang kakak, dalam hati ku berucap "Ya Allah dengarkan dan saksikanlah jeritan hati kami ini." Tapi disaat-saat sulit seperti ini ayah tidak pernah membuat hati kami menjadi terpuruk, ayah selalu memberikan nasehat yang bijak untuk kami, "Jangan pernah berkata *tinggal* 5 ribu lagi, tapi bilang lah *masih ada* 5 ribu lagi. karena kita tidak akan pernah tau betapa baiknya rencana Allah untuk kita". 
Ayah pun pada akhirnya mencoba untuk menghubungi keponakannya, kakak sepupuku. meminta bantuan nya untuk mentransfer sedikit dana untuk adikku disana. Alhamdulillah kakak sepupuku bersedia untuk mentransferkan sedikit dananya. Satu masalah bisa teratasi hari ini, tapi tetap aku punya kewajiban untuk mengganti semua itu. Seusai sholat magrib ayah berkata "Alhamdulillah hari ini telah kita lewati, disaat keadaan *miskin* itu seharusnya kita tidak perlu mengumumkan kesulitan kita kepada orang-orang, cukup kita dan Allah saja yang tau semua itu, tapi apabila kita butuh bantuan ya kita berceritalah dengan orang yang benar-benar sudah menjadi keluarga dekat dan seyogianya bisa membantu meringankan beban kita. Tapi tetap pada saat apapun yang pertama dan paling utama yang kita ingat yaitu ALLAH,,,ALLAH dan ALLAH. karna semuanya ada pada genggaman ALLAH. Allah yang mempunyai setiap kejadian ini dan ayah harapkan apa yang sedang terjadi pada keluarga kita saat ini jangan pernah membuat kamu pesimis dan patah arang, justru kamu harus bisa mengambil pelajaran dari semua ini dan menjadikan kamu kuat. Hidup ini tidak akan indah jika berjalan mulus tanpa rintangan, jadikan semua ini sebagai proses kehidupan dan membuat kamu dewasa dalam menyikapi nya". Mematung sesaat mendengar nasehat ayah untuk ku, aku hanya bisa menganggung tanda aku mengerti apa maksud dari perkataan ayah malam ini. Sejujurnya aku paling tak kuasa ketika ayah bercerita tentang kesulitan yang selama ini kami hadapi, karena enggan untuk menampakkan langsung, ketika masuk kamar aku baru bisa menumpahkan air mata yang telah ku tahan sejak siang hari tadi.....